Featured

Cinta Sejati Yang Tak Pernah Berakhir

Dia adalah sosok yang sangat istimewah dalam kehidupanku. Dalam pikiranNya namaku takan pernah terhapuskan oleh waktu, cintanya kepadaku sungguh luar biasa yang tak pernah berkesudahan sekalipun takan pernah berakhir .

Dia sangatlah pandai membaca suasana hati kecilku, dan mengetauhi semuanya apapun itu.

Aku layak mengatakan ” DIA ADALAH TERANG DALAM HIDUPKU” di saat susah maupun senang Dia selalu ada, dimanapun aku berada Diapun selalu menemaniku. JiwaNya telah menyatu bersama jiwaku yang tak pernah terpisahkan sampai akhir hayat. cinta sejatiNya membuat hidupku menjadi lebih berarti dan Dia mengajarkan arti cinta sajati yang sesungguhnya kepadaku.

Dia adalah wanita pertama yang aku kenal saat pertama kali aku membuka mata dan melihat dunia baru bersamaNya. Dia kujuluki sebagai NAKODA kehidupanku. Disaat badai dan gelombang datang menerpa hidupku Dialah yang mampu menenangkan. Perjuangan cintaNya begitu besar, bersamaNya hidup sangatlah indah, Dia melukiskan warna warni kehidupan yang tak pernah memudar walupun tergilas waktu.

Diam~diam Dia orang yang sangat perhatian kepadaku ketika aku jauh dari tatapan matanya, Dialah orang pertama yang selalu menanyakan keadaanku. Itu semua karena cinta dan sayang yang selau di jaga .

Jujur dengan cinta dan sayangNya yang begitu istimewah kepadaku terkadang aku tak pernah memikirkan perasaanNya. Aku terlalu egois dan asik dengan kehidupanku sendiri. jarang sekali aku menanyakakn keadaanNya terlebih dahulu

Aku salah,,,,

Aku yang terlalu asik dengan kehidupaku sendiri saat jauh dariMu. maafkan aku kekasih hatiku.

Aku mengkhawatirkanMu

Disaat aku jauh tanganku tak mampu membelai rambut indahMu dan memelukMu, begitu pula mataku tak mampu memandangi wajah cantikMu, kakiku belum mampu berlari kencang untuk menemuiMu.

Aku MerindukanMu.

Cepat sembuh cinta sejatiku,

I Love You So Much,,,

ViRRose22

Puisi Hati

Terantai kata

Mengundang sepi

Seutas senyum

Meleburkan perih

Langka merapuh

Hati tersentu

Dikala malam

Mengumandangkan sejuta

Nanyian sunyi dalam sepi

Oh..Tuhan

Aku ingin bertanya..

Dari apa kah hatiku ini di bentuk??

Mengapa begitu mudahnya merapuh??

Ribuan tanya menganggu dalam benak

Ribuan luka mengoreskan dalam dada

Dan rasa ini

Inginkan untuk menyudahi kisah ini.

By

ViRRose

Dikala senja tanpa senyuman

Hay Kamu.”,,👋

Aku mau bilang:,,

Senja di hari ini datang lagi.

Tadinya aku sempat berfikir,

Apakah senja itu tak datang lagi.?

Aku terdiam.’’’

Kulanjutkan langkah demi langkah,

Melewati tumpukan batu yang tertata rapaih di sepanjang bibir pantai ini.

Sambil membawa segelas kopi,

Yang sengaja aku belikan dari warung terdekat di pantai ini.

Ku coba lambatkan langkah, seakan mampu ku hitung langkah kaki yang beranjak menapaki batu demi batu,

hingga ke ujungnya yang hendak kutuju.

Dan ..

Tibalah di tempat itu..

Tempat dikala dulu kita pernah ke sini.

Yang sering ku datangi,

sendiri kesini tuk melenyapkan lelah, membunuh sepi setelah aktifitas hariku yang panjang.

Kamu adalah orang yang pertama kalinya kuajak ke tempat ini. Sengaja kuajaki ke tempat ini biar Kamu tau suasana dikala ku sendiri di sini.

Dan sebelumnya aku sudah banyak cerita tentang tempat ini.

Aku pun mengajakimu.

Waktu itu memang memihak padaku.

Akhirnya kamu pun menuruti keinginanku itu.

Aku senang ada kamu yang mau menemaniku mengunjungi tempat ini.

Yang dulu pernah aku juluki, “Pelenyap lelah, Pembunuh sepih.”

Dan hari ini.,,,

Aku datangi lagi tempat ini.

Setelah sekian lama terlewati bersama waktu, seakan aku terjebak dalam dunia fatamorgana.

Kamu yang masih sembunyikan wajahmu di balik sorotan mataku.

Ketika aku yang hanya mampu menjadi penculik wajahmu di balik layar Smartphoneku ini.

Dan ku save dalam galeri.

Agar dapat kulihat wajahmu.

Disaat Rindu itu datang menghantui.

Aku layaknya pecundang yang tak mau mengakui kebodohanku itu.

Kamu yang dulu menciptakan sosok yang menghidupkan, lalu kamu pula yang pergi meninggalkan.

Kutunggu namun takunjug tiba

Ku cari tapi tak pernah ku temui.

Tetapku teruskan perjalanan ini

Yang begitu melelahkan

Aku yakin kamu tak akan mengizinkan aku untuk berhenti disini.

Sekarang aku kesini sudah tak bersama kamu lagi.

Sendiri kesini

Lagi pula

“Buat aku sih,,

Sudah biasa.” ”kataku saat berbicara dalam pikiranku sendiri mencoba menghibur diri.”

Tadinya aku ingin ajakin kamu ke sini lagi.

Tapi..

Kali ini waktu takan berpihak padaku.

Dan semuanya sudah tak seperti dulu lagi.

Aku hanya ingin bilang ke kamu, kalau senja itu datang lagi.

Dan sekarang aku disini.

Tempat yang dulu kita datangi bersama.

Ketika……

Suasana dikala itu yang menyempatkan kita untuk sejenak melepaskan lelah,melewati hari itu.

Hanya kita berdua

Bersama kita duduki tumpukan batu yang tertata rapi di sepanjang pesisir pantai ini.

Aku masih ingat masa itu.

Berdua kita pandangi,

Indahnya senja memikat mata.

Di kala itu,

Kita coba pecahkan gemuruh ombak dan siulan angin, yang menghebusi ke sela-sela dedaunan pada pepohonan di tepi pantai.

Dengan sepenggal kata,

Kita mulai merangkai cerita,

Dan

Sepucuk canda

Yang membuat kita untuk tertawa sekejap.

Hari ini aku ada disini

Bertemu dengan angin saat ku sapa

Dia pun tak menghiraukanku.

Dan menghebus pergi begitu saja.

Lalu..

Ku coba temui ombak dan karang yang lagi ceria menderukan suara.

Seketika kulihat masih ada sapaan senyum yang terlihat.

Seakan Ia mampu menerawang hatiku

Yang sedang terjebak dalam suasana masa itu.

Ia pun mencoba menghangatkan jiwaku dengan isyarat pesan pada sahabat-sahabat dekatnya.

Bersama seekor burung pun menemani,

Menari mengikuti nanyian derunya ombak.

disutulah kutemui tenangnya jiwa.

Sementara senja kian meredup

Pertanda ia mengizinkan untuk pergi

Kala kupandang ombak pun mulai ikut menepi mengisyarat untuk pergi.

Sejenak ku hembuskan nafas

Lalu ku hirup udara baru,

Agar tak begitu sesak.

Sunyi pun mulai terasa dikala petang tiba.

Gelap mulai berkerumun,

Meredupkan mata.

Ketenangan mulai mendamaikan jiwa

Menutupi indanya kemesraan saat itu yang dengan begitu cepat berlalu.

Terdiam tersapa angan

Tumbuhkan niat

Yang terujut bersama doa

Dalam kalbu.

Akan kukenang.

Walau hati tersesat dalam senyuman.

Karena Kamu mampu mendamaikan hatiku.

Jiwaku tentram dalam senyuman.

Tertenang dalam suasana yang telah silam.

Terima kasihku, pada senja yang hari ini datang lagi menyapaku.

Hay kamu..

Hari ini senja datang lagi,

Tapi tak ada kamu di sini.

Mungkin kucoba menunggu kembali,

Senja di masa yang lain.

Libra28

Tersesat Rindu

Bila nanti aku bertemu denganmu,

Rasanya ingin kunyanyikan lagu ini untukmu.

Tak begitu indah.

Namun hanya ingin,

Membuat dirimu senang.

Andai kau tau,

Wajahmu selalu menyiksaku,

memaksaku tuk selalu merinduimu beribu-ribu hari lamanya.

Rindu ini

Terus mengalir layak aliran darah

Menerobos masuk kedalam ruangan hati.

Dan kini rinduku terjebak dalam suasana hati ini.

Aku pun berusaha tuk menyadari

Rindu yang terjerat dalam suasana hati.

Meskipun rapuh,

Ku mencoba merelahkan kerinduan ini tuk ikut berotasi bersama waktu.

Aku mempercayai,

Meyakini,

Ketika Kesabaran,keikhlasan,kesetiaan dan ketulusan itu terjaga.

Hanyalah waktu yang mampu menyematkan Semua kerinduan ini pada Dia yang telah di utus oleh-Nya,

Untukku.

Ku Tunggu..

Hay kamu..

Jalan hidup

kota ini ku datangi sebagai orang asing
Puluhan orang kesana kemari tak juga aku kenal
Sendiri ku memeluk tubuh ini untuk menutupi apa yang ku rasa.
Kota ini adalah mimpiku,
Kota ini adalah masa depanku,
Kota ini adalah kenanganku,
Kota ini adalah rumah keduaku.
banyak hal yang ingin aku raih di sini.
Pahit dan manis ku cicipi 
Sepi dan senang ku jalani
Tertawa dan menangisku lewati
Duka derita ku nikmati
Berat dan ringan kutanggung sendiri.
Mati dan hidupku di tanganku sendiri.
Sesuatu yang telah ku pilih adalah jalan hidupku.
Tertawalah jika kau memandangku dengan sebelah mata.
Berbahagialah jika kau meremehkanku.
dan aku tak akan pernah peduli. Karena aku akan terus maju mencari apa yang ingin aku raih.‎

Pencarian

Menanti waktu yang telah di titipkannya.

Waktu berlalu begitu cepat

Banyak kisah dan cerita dilukisakan pada album kenangan di kala itu.

Tak pernah di ketahui

Apa yang terjadi

Dan pada akhirnya hanya butuh waktu untuk mengerti

Dengan semua yang telah terjadi.

Rasa bersyukur pun mulai tumbuh

Mempelajari dari masa yang telah berlalu.

Mengutarakan hati yang seharusnya tak di utarakan.

Yang datang secara tiba-tiba perlahan

Menorehkan sebuah luka dalam batin.

Kini yang kujalani seperti seharusnya yang telah di takdirkan oleh DIA.

Batin dan pikiran seakan beradu..

Mencari sumber kebahagiaan,

Tak ada orang yang mampu dan sanggup untuk mengerti.

Dan percayapun mulai tumbuh

Percaya itu melebihi apapun.

Hari-hariku hanya terkurung dalam ruangan sepi tak berdaya. Raga seakan tak terbangun, terbaring kaku dalam ruangan sunyi.

Bibir hanya mampu berkata-kata,

Mata hanya mampu melihat,

Telinga hanya mampu mendengarkan,

Semuanya tak berguna.

Jalan terhambat oleh raga.

Dari terbitnya mentari hingga perginya senja semuanya tetap sama.

Tak ada yang berubah.

Datangnya malam mengelapkan batin

Tanpa ada bintang yang menemani..

Hanya ada kedinginan membekukan hati.

Dunia berteriak mengusik raga

Namun jiwa melawan untuk tetap bertahan.

Seharusnya semua itu takkan terjadi apabila waktu itu tak dituruti.

Sejenak terdiam dan merenung

Mengikhlaskan apa yang telah terjadi.

Dan membiarkan semuanya itu membekas di batin.

Yang baik akan selalu ada dalam pikiranku.

Dan yang buruk akan ku tinggalkan.

Tawa mencairkan suasana

Menyejukan batin.

Seakan kegilaan itu tak mudah untuk di obati.

Berteriak sendiri dalam ruangan sepi..

Menangis sendiri dikebisuan sunyi..

Oh.. Tuhan berikan petunjukmu..

Agar dapat kutemui apa yang dicari.

Cerita si bodoh hari ini

Si bodoh itu akhirnya menemui orang yang ingin dijumpai.

Baju putih bercelan kasual mengenakan sepatu, menelusuri jalan menuju tempat yang di tuju.

Wajah ceria nampak terlihat akan hari ini, yang meyakinkan akan berpihak padanya.

Tapi sayang, jawaban tak sesuai harapan.

Dan kini kembali pupus.

Terjerat dalam ilusi membiuskan suasana yang tadinya ceria.

Sapaan angin mengeringkan keringat yang membasai tubuh bersama di temani secangkir kopi dan sebatang rokok,

Cukup terdiam agar mampu menenangkan gemuruh hari ini

Suasana hati yang tak begitu tenang

Membuat semuanya menjadi kacau.

Tak henti-hentinya hati berteriak menggangu pikiran yang tak begitu tenang membuat semuanya jadi tak seimbang ibaratnya neraca.

Oh… apa lagi salah yang telah di perbuatnya..

Mengapa dunia seakan menolaknya.?

Terjebak dalam suasana

Terpuruk dalam lamunan

Terpenjara dalam sepi

Teraniaya dalam sunyi

Harinya hanya berpasrah agar tetap tenang

Tidurnya pun hanya bermimpi agar terlelap.

Dan kini kata-kata hanyalah omong kosong yang tak bermakan.

Nyatanya kau semakin kejam

Merobek lembar demi lembar cerita yang terangkai.

Dan kesombongan merajai hari

Kini kembali terdiam

Menjalani hari

Seperti seharusnya

Januari 12

Akan ada masa dimana mata hanya mampu melihat di balik kaca

Tempatku terdiam.

Membiarkan diri terpenjara dalam sepi,

Mengusik kerinduan yang datang menghampiri.

Aku tak mau lagi menjadi perindu yang ulung yang setia menyapamu.

Kubiarkan hati ini tertikam,

detik demi detik

Setiap kerinduan itu datang.

%d blogger menyukai ini: